Kisah Eka Mayasari, Mualaf Mandiri yang Meninggal Dibunuh

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Beberapa waktu lalu warga Karang Jambe, Banguntapan, Bantul dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan dengan kondisi memprihatinkan. Mayat wanita tersebut berada dalam kondisi nyaris tanpa busana dengan beberapa luka di tubuhnya.

Diketahui wanita tersebut bernama Eka Mayasari, seorang yang dikabarkan mualaf asal Riau yang juga merupakan lulusan D3 Bahasa Inggris UGM tahun 2005. Ia juga merupakan pengusaha warung makan angkringan yang berjualan di Jl Janti No 65.

Kisah Eka Mayasari, Mualaf Mandiri yang Meninggal Dibunuh

Menurut kisah yang dikutip dari akun facebook Hanny Kristianto (Sekjen Mualaf Center Indonesia), Eka Mayasari adalah seorang mualaf.

Ia adalah gadis asal Riau yang menjadi mualaf dan hidup di Yogyakarta. Saat keluarganya mengetahui Maya menjadi mualaf beberapa tahun lalu, ia kemudian dibuang dan diasingkan oleh orangtuanya dan akhirnya ditampung warga Pedak.

Kisah Eka Mayasari, Mualaf Mandiri yang Meninggal Dibunuh

Semenjak saat itu dia hidup secara mandiri dan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sejak menjadi mualaf, Maya dikenal sebagai Srikandi Masjid An-Nur dan mengabdikan hidupnya untuk selalu bertadarus sosial, mengabdikan hidupnya agar bermanfaat untuk lingkungan sekitarnya.

Maya juga mengajar Taman Pendidikan Alquran di masjid An-Nur, sering memasak, menyiapkan makanan untuk anggota Hamka Darwis setiap kali ada acara. Bersyahadat bersama Hamka Darwis, disholatkan dan dimakamkan juga oleh keluarga besar Hamka Darwis.

Pernah beberapa tahun lalu sebuah virus menyerang struktur tulang belakangnya yang mengakibatkan dia lumpuh total selama lebih dari satu tahun. Namun berkat kuasa Allah Subhanahu Wa Ta'ala, walaupun dua ruas tulang belakangnya hilang ia kembali bisa berjalan (yang menurut dokter secara medis hal itu sesuatu hal yang sangat tidak mungkin).

Maya memilih hidup bermartabat dalam kesederhanaan daripada melakukan yang bathil demi kemudahan hidup, berjualan angkringan dan menabung sedikit demi sedikit sampai akhirnya pada tahun lalu Maya membeli tanah yang berada dekat dengan masjid yang dia beli dari saudara seiman kita Ibnu Sabar.

Sebelum Maya meninggal, ia memiliki cita-cita yaitu membangun rumah diatas tanah yang dibelinya itu. Namun, sebelum tercapai cita-citanya membangun rumah didekat masjid, Allah ternyata berkehendak lain.

Semua cerita diatas akhirnya ditutup dengan peristiwa yang sangat tragis dimana Mayasari semalam ditemukan meninggal dibunuh secara biadap oleh orang yang sampai sekarang belum diketahui identitasnya.

Sebelum terjadi pembunuhan, Eka sempat menghubungi Fandi, adiknya dan meminta Fandi untuk menjemputnya. Namun Fandi ketiduran dan baru datang pukul 17.30. Namun saat tiba di rumah kakaknya, Fandi menemukan kakaknya sudah meninggal dunia.

Sampai akhir hayatnya Eka Mayasari tetap istiqomah sebagai mualaf muslimah, setelah selesai diotopsi, jenazah Maya langsung disemayamkan dirumah Dewan Syuro Hamka Darwis Faisal di Pedak, RT.14 RW.6. Karang Bendo, Banguntapan, Bantul pukul 13.00.

Diriwayatkan dari Sahabat 'Abdullah bin Mas'ud, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ أَصَابَتْهُ فَاقَةٌ فَأَنْزَلَهَا بِالنَّاسِ لَمْ تُسَدَّ فَاقَتُهُ ، وَمَنْ أَنْزَلَهَا بِاللهِ أَوْشَكَ اللهُ لَهُ بِالْغِنَى: إِمَّا بِمَوْتٍ عَاجِلٍ أَوْ غِنًى عَاجِلٍ

Artinya: "Barang siapa yang ditimpa suatu kesulitan lalu ia mengadukannya kepada manusia, maka tidak akan tertutup kefakirannya. Dan barangsiapa yang mengadukan kesulitannya itu kepada Allah, maka Allah akan memberikannya salah satu diantara dua kecukupan: 'kematian yang cepat' atau 'kecukupan yang cepat'."

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga bersabda,

"Hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang muslim."

Dari Buraidah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: "Dosa membunuh seorang mukmin lebih besar daripada hancurnya dunia."

Perumpamaan terhadap seorang pembunuh adalah:

"...barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya..." [QS. Al-Ma'idah ayat 32]

Bagaimana mungkin kalau seseorang membunuh orang lain tanpa dibenarkan agama dapat diganti dengan hukuman penjara 5-9 tahun, sementara orang yang dibunuhnya sudah meninggal. Malah yang seperti itulah melanggar HAM, karena tidak berimbang antara perbuatan jahat yang dilakukannya dengan hukuman terhadapnya.

Seseorang yang meninggal karena dibunuh maka dalam Hukum Islam pelakunya harus dikenakan sanksi qishash, sebab jika seseorang meninggal dunia karena dibunuh jelas ini adalah bentuk pembunuhan yang disengaja, direncanakan, ada motif dan menggunakan alat pembunuh yang sudah disiapkan oleh pelaku.

Hukuman duniawi terhadap seorang pembunuh dalam Islam sangatlah berat yaitu dibunuh balik sebagai hukuman qishash ke atasnya.

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih." [QS. Al-Baqarah ayat 178]

Hukuman ukhrawi-nya adalah dilemparkan dalam neraka oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala suatu masa nanti, sesuai dengan firman-Nya:

"Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya." [QS. An-Nisa' ayat 93]

Semoga pelaku dapat segera ditemukan dan dihukum dengan hukuman yang setimpal. Amin.