Inilah Adzab Bagi yang Suka Melalaikan Shalat

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Shalat merupakan ibadah wajib umat Islam yang dilakukan sebanyak 5 waktu selama 24 jam. Perintah shalat 5 waktu ini diterima Rasulullah SAW pada saat beliau melakukan Isra' Mi'raj.

Didalam Alquran juga banyak ayat-ayat yang mememrintahkan kita umat Islam untuk mendirikan shalat. Dalil-dalil tentang shalat banyak kita jumpai dalam Alquran seperti QS. Al-Baqarah (2) : 3, QS. Al-Baqarah(2) : 43, QS. Al-Baqarah(2) : 45 dan masih banyak lagi.

Shalat ini dibagi menjadi lima waktu yakni Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya. Meskipun hanya lima waktu, namun masih banyak orang yang bolong-bolong dalam mengerjakan shalat, bahkan ada yang dengan sengaja meninggalkan shalat dengan alasan sibuk bekerja, tidak sempat, dan lain sebagainya.

Inilah Adzab Bagi yang Suka Melalaikan Shalat

Padahal, mereka tahu bahwa shalat adalah ibadah wajib yang harus dilaksanakan. Maka celakalah bagi mereka yang suka melalaikan atau meninggalkan shalat. Karena Allah telah berjanji bahwa orang yang melalaikan shalat maka nerakalah tempatnya, dan sesungguhnya neraka adalah seburuk-buruknya tempat kembali.

Selain itu, pada saat sakaratul maut orang yang suka melalaikan shalat, Allah juga akan memberikan adzab kepadanya. Adzab yang akan diberikan kepada orang muslim yang suka mengabaikan shalat.

Pada saat menghadapi sakaratul maut, orang yang suka melalaikan shalat akan menemui penderitaan yang sangat berat dan pedih. Pada saat nyawa sudah berada di kerongkongan dan nafas mulai tersendat-sendat. Maka orang yang merasakan ini akan dihadapkan dengan perjuangan yang sangat berat.

Ketika orang-orang yang berada di sekitarnya merasakan tubuhnya sangat dingin, namun orang yang sedang sakaratul maut ini akan merasakan haus yang sangat luar biasa. Bahkan rasa haus ini tidak akan bisa hilang sekalipun ia meminum air yang sangat segar. Bahkan dalam sebuah hadits disebutkan bahwa, "sekalipun air disungai habis diminumnya, tetap saja tenggorokan akan merasa panas."

Ketika menghadapi sakaratul maut yang seperti itu, maka waktu akan terasa berjalan sangat lambat. Orang yang sakaratul maut akan sangat menderita, bahkan rasa hausnya semakin lama akan semakin terasa membakar kerongkongan.

Allah SWT berfirman:

"Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek." [QS. Al-Kahfi ayat 29]

Pada saat sakaratul maut, orang yang banyak dosa dan suka melalaikan shalat akan didatangi oleh malaikat maut dengan rupa yang sangat menakutkan. Dan malaikat tersebut akan ditemani oleh tujuh puluh malaikat adzab.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

"Kalau saja pedihnya sehelai rambut mayat diletakkan pada langit dan bumi, maka pasti binasalah semua penghuninya dengan izin Allah. Sebab masing-masing rambut pun merasakan pedihnya maut, dan tiada terjadi maut pada sesuatu kecuali mati bersama anggota tubuhnya."

Bisakah kita bayangkan rasa sakit semacam itu? bahkan Rasulullah memberikan perumpamaan bahwa rasa sakit yang dialami oleh sehelai rambut orang yang sakaratul maut mampu menghancurkan langit dan bumi, ini baru sehelai rambut.

Dalam kitab 'Matali'ul Anwar' diterangkan bahwa malaikat maut itu memiliki empat wajah, yaitu pada kepalanya, dibalik punggung, dan dibawah kedua kakinya.

Apabila mencabut ruh para Nabi, malaikat akan menampakkan wajah kepalanya, apabila ia mendatangi orang yang beriman ia akan menampakkan rupa dari wajahnya, jika mencabut nyawa orang-orang kafir ia akan menampakkan rupa dari punggungnya, dan ia akan menampakkan rupa dari kakinya apabila mencabut ruh para jin. Salah satu kakinya berpijak di titian neraka Jahanam, sedangkan yang lain di surga.

Diriwayatkan pula bahwa ketika nabi Isa menghidupkan orang yang sudah meninggal dunia, berkat izin dari Allah orang yang telah mati itu dapat hidup kembali, ini adalah mukjizat Nabi Isa dari Allah SWT.

Namun, orang-orang kafir tidak akan pernah percaya pada mukjizat tersebut, malah mereka berkata, "Wahai Isa, engkau memang bisa menghidupkan orang mati, tapi orang yang mati dan hidup kembali itu belum lama, mungkin mereka tidaklah mati, tetapi hanya pingsan atau mati suri. Jika memang engkau diberikan mukjizat oleh Tuhanmu, cobalah untuk menghidupkan orang yang mati sebelum zaman kita (beratus-ratus tahun silam)."

Lalu Nabi Isa berkata, "Boleh, pilihlah mayat siapa yang kamu inginkan?". Mereka menjawab, "Kalau kamu bisa melakukannya, maka hidupkanlah mayat yang bernama Syam bin Nuh. Dia adalah orang yang mati beratus-ratus tahun lalu!" pinta mereka.

Nabi Isa kemudian mendatangi makam Syam bin Nuh, selanjutnya ia melakukan shalat dua raka'at dan kemudian berdo'a kepada Allah. Berkat izin dari-Nya, maka hiduplah Syam bin Nuh dengan rambut dan jenggot berwarna putih.

Nabi Isa bertanya, "Wahai Syam mengapa engkau berubah? padahal ketika hidup tak satupun rambut dan jenggotmu berwarna putih?", ia menjawab, "Aku terkejut mendengar suaramu, aku kira kiamat sudah tiba, itulah yang menyebabkan rambut dan jenggotku memutih."

Isa bertanya, "Sudah berapa lamakah engkau meninggal dunia?" ia menjawab, "Kira-kira 400 tahun yang lalu, tetapi kepedihan pada saat sakaratul maut masih terasa hingga sekarang."

Diterangkan dalam kitab Durratun Nasihin, bahwa ketika seorang mengalami sakaratul maut, maka malaikat Izrail akan masuk ke kulit otot-otot dan menghisap nyawa dari tungkai hingga lutut, malaikat maut pertama keluar dan dilanjutkan oleh malikat kedua yang menghisap nyawa dari lutut hingga pusar dan pusar hingga dada.

Pada saat-saat menegangkan seperti itu, malaikat Jibril akan mengepakkan sayapnya, jika yang menghadapi sakaratul maut itu orang yang beriman maka yang dikepakkan sayap kanan sehingga orang tersebut melihat pandangan yang sangat indah, sehingga ia lupa dengan apapun yang ada disekitarnya.

Namun, jika yang menghadapi sakaratul maut itu orang yang berdosa dan selalu mengabaikan shalat, maka yang dikepakkan adalah sayap kiri. Dan yang terlihat adalah gambaran yang sangat mengerikan. Orang yang melihat itu berada dalam keadaan yang sangat panik dan ketakutan, ia juga merasakan kepedihan dan penyesalan yang sangat mendalam, yang terlintas dalam jiwanya hanyalah siksa yang sangat pedih. Na'udzubillah mindzalik.

Allah SWT berfirman:

"dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih." [QS. Al-Isra' ayat 10]

Dan siksa bagi orang yang suka mengabaikan shalat adalah Jahanam, sebagaimana firman Allah SWT:

"Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahannam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup." [QS. Taha ayat 74]

Setelah orang tersebut melalui masa-masa sakaratul maut, kini ia akan dihadapkan pada alam kubur. Bagi orang beriman, kubur akan menjadi tempat yang lapang dan nyaman. Namun bagi orang yang semasa hidupnya berdosa dan gemar melalaikan shalat, maka ia akan dihadapkan pada adzab yang sangat pedih hingga hari kiamat tiba.

Setelah jasadnya dimakamkan, maka segeralah datang malaikat Munkar dan Nakir. Para malaikat itu akan menanyakan beberapa pertanyaan, jika orang itu beriman, rajin beribadah dan selalu mengerjakan shalat dengan tepat waktu, maka pertanyaan tersebut akan dengan sangat mudah untuk dijawab.

Namun, bagi orang yang selalu melanggar perintah Allah, maka ia tidak akan bisa menjawab pertanyaan dari Munkar dan Nakir. Jika sudah seperti itu, maka ia akan langsung disiksa, kuburnya menjadi gelap gulita, dan tubuhnya akan dihimpit oleh kubur hingga hancur tulang-tulangnya. Siksa itu akan didapatkan tanpa henti hingga kiamat tiba.

Rasulullah SAW bersabda:

"Kubur adalah tempat awal dari sekian tempat di akhirat, dan merupakan tempat penghabisan dari sekian tempat di dunia, siapa selamat darinya, berarti mudahlah ia menempuh jenjang berikutnya, tetapi jika tidak selamat dari siksa kubur, berarti ia akan mendapati siksa yang lebih dahsyat lagi."

Allah SWT berfirman:

"Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa'at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu." [QS. Al-An'am ayat 70]

Rasulullah menerangkan bahwa ketika mayat diletakkan ke dalam keranda dan dibawa para lelaki dibahunya, maka apabila mayat tersebut orang beriman, maka ia akan berkata, "Segerakanlah membawaku ke kubur", tetapi jika mayat itu memeiliki banyak amal buruk, maka ia akan mengatakan, "Aduh, celaka aku! kemanakah aku akan dibawa pergi?", suara mayat tersebut dapat didengar oleh segala sesuatu kecuali manusia, sekiranya manusia mendengarnya, maka mereka akan pingsan [HR. Bukhari]

Alam kubur adalah termasuk perkara ghaib, dan kita wajib mengimaninya. Semua agama meyakini bahwa ada kehidupan setelah mati, begitu juga Islam. Alam kubur adalah alam penantian hingga datang hari kiamat.

Didalam kubur itu terdapat siksa kubur dan nikmat kubur, sebagian para ulama berpendapat bahwa apa yang dilihat mayit di dalam kuburnya, itulah yang akan ia rasakan di akhirat.

Kubur

Jika si mayit melihat kenikmatan, maka di akhirat ia akan mendapatkan kenikmatan. Namun, jika ia melihat siksa, maka itu adalah gambaran siksa neraka.

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya salah seorang di antara kamu aoabila sudah mati, maka diperlihatkan tempatnya di setiap pagi dan sore, jika ia dari ahli neraka, kemudian dikatakan: 'inilah tempatmu sampai Allah membangkitkanmu pada hari kiamat'." [HR. Muslim]

Rasulullah pernah bercerita tentang kematian, ketika seseorang yang beriman meninggal dunia, ia akan didatangi oleh malaikat berwajah putih laksana matahari, ia duduk disebelahnya dan berkata, "Wahai jiwa yang tenang, keluarlah menuju ampunan dan keridhaan Allah!", lalu ruhnya mengalir seperti tetesan air, ruhnya dimasukkan kedalam kafan oleh malaikat.

Kemudian dibawa keluar dengan bau harum seperti minyak kasturi, lalu dibawa naik melewati para malaikat, malaikat bertanya, "Ruh siapakah yang harum ini?", kemudian dijawab "Dia adalah Fulan bin Fulan". Demikianlah hingga ia sampai ke langit ke tujuh, lalu Allah berfirman, "Catatlah ketentuannya pada Illiyyin, lalu kembalikan dia ke Bumi, sebab disanalah Kami menciptakannya dan kedalamnya Kami kembalikan. Pada saatnya nanti Kami pun akan membangkitkannya".

Dia pun dikembalikan ke bumi, tak lama kemudian, datanglah Mungkar dan Nakir, kemudian mereka bertanya, "Siapakah Tuhanmu?", ia menjawab "Allah adalah Tuhanku", malaikat bertanya, "Apa agamamu?", si mayit menjawab, "Islam agamaku", lalu malaikat kembali bertanya, "Bagaimana tanggapanmu terhadap orang yang diutus di tengah-tengahmu?", ia menjawab, "Beliau utusan Allah", malaikat bertanya, "Darimana pengetahuan itu engkau dapat?", ia menjawab, "Dari Alquran, aku beriman kepadanya dan membenarkannya."

Pemandangan Indah

Setelah itu ia mendapatkan berbagai kenikmatan di dalam kuburnya. Hal ini berbeda dengan orang yang banyak melakukan dosa dan melalaikan shalat, ketika mereka menemua ajal, maka datanglah malaikat dengan rupa yang teramat buruk dan menakutkan dengan pakaian yang gelap. Malaikat itu duduk didepannya dan berkata, "Wahai jiwa yang jahat, keluarlah kamu menuju kemarahan dan kemurkaan Allah!"

Roh itu kemudian keluar dari jasad dengan sangat menderita, ia tersiksa dengan sakaratul mautnya. Rasa sakitnya itu seperti besi yang dicabut dari bulu yang basah, ia merasakan otot-ototnya putus dan tulang-tulangnya terasa remuk, lalu rohnya dimasukkan kedalam sebuah kain, ruhnya berbau sangat busuk.

Dilangit, para malaikat bertanya, "Siapakah ruh yang berbau sangat busuk ini?" dijawab, "Dia Fulan bin Fulan". Roh ini hampir saja memasuki pintu langit, namun pintu langit tidak mau terbuka. Seperti firman Allah:

"Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan." [QS. Al-A'raf ayat 40]

Kemudian Allah memerintahkan kepada malaikat, "Catatlah ketentuan baginya di Sijjin". Lalu, rohnya dikembalikan lagi ke bumi, lalu datanglah malaikat Munkar dan Nakir, mereka bertanya, "Siapakah Tuhanmu?", ia menjawab "Aku tidak kenal", malaikat bertanya, "Apa agamamu?", si mayit menjawab, "Aku belum mengenalnya", lalu malaikat kembali bertanya, "Bagaimana tanggapanmu terhadap orang yang diutus di tengah-tengahmu?", ia menjawab, "Aku tidak tahu".

Lalu terdengarlah seruan yang sangat keras, "Dia sungguh berdusta! Lemparkan dan bukakanlah pintu neraka baginya!"

Hell

Sesaat setelah itu, ruh akan merasakan hawa yang sangat panas, kuburnya menjadi sempit hingga jasadnya terhimpit, sehingga tulang rusuknya menjadi remuk. Ia terus disiksa tanpa henti hingga hari kiamat tiba, itulah ganjaran bagi orang yang berdosa dan suka melalaikan shalat.

Untuk itu, janganlah kita melalaikan shalat. Jika saat ini ada yang masih suka malas ketika shalat, mari perbaiki shalat kita agar terhindar dari azab yang pedih.