Bunuh Diri Dalam Pandangan Islam

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Bunuh diri adalah sebuah tindakan yang dilakukan seseorang untuk mengakhiri hidupnya, dengan harapan bahwa segala sesuatu urusan yang menimpanya berakhir karena ia telah meninggal dunia.

Banyak hal yang menyebabkan seseorang nekat melakukan bunuh diri, dan hal yang paling sering menjadi penyebab bunuh diri adalah karena putus asa dalam menghadapi sebuah masalah seperti masalah ekonomi, masalah rumah tangga dan lainnya.

Bunuh Diri Dalam Pandangan Islam

Baru-baru ini ada berita tentang seseorang yang melakukan bunuh diri pada saat peringatan hari buruh sedunia di Gelora Bung Karno, Jum'at (1/5). Diketahui pria yang diketahui identitasnya bernama Sebastian Manufuti (45) warga Bekasi, Jawa Barat. Ia merupakan salah seorang buruh pabrik yang bekerja di PT. Tirta Alam Segar di kawasan industri MM2100.

Baca: Insiden Bunuh Diri May Day 2015 Di GBK

Ia membakar dirinya sendiri karena ia kecewa dengan nasib para buruh, pelaku menginginkan adanya perubahan dari nasib buruh, itulah sebabnya dia melakukan aksi bunuh diri itu. Tujuannya agar kematiannya dijadikan sebagai simbol kalau para buruh itu wajib untuk diperhatikan dan disejahterakan.

Jika Anda penasaran, berikut ini videonya:



Namun, bagaimana pandangan Islam tentang bunuh diri yang semacam ini? Dengan dasar pengorbanan, seseorang rela mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara yang tragis seperti ini.

Dalam Islam, bunuh diri dengan alasan apapun adalah haram dan orang yang melakukannya terancam dosa yang sangat besar. Ya, bunuh diri termasuk dalam dosa-dosa besar, bahkan pelakunya diancam dengan neraka sedangkan ia kekal didalamnya. Sebagaimana firman Allah SWT,

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu." [QS. An-Nisa' ayat 29]

"Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." [QS. An-Nisa' ayat 30]

Na'udzubillahi min dzalik! bahkan Rasulullah sendiri bersabda,

"Siapa yang menjatuhkan dirinya dari gunung hingga mati maka di neraka jahanam dia akan menjatuhkan dirinya, kekal di dalamnya selamanya. Siapa yang menegak racun sampai mati, maka racun itu akan diberikan di tangannya, kemudian dia minum di neraka jahanam, kekal di dalamnya selamanya. Siapa yang membunuh dirinya dengan senjata tajam maka senjata itu akan diberikan di tangannya kemudian dia tusuk perutnya di neraka jahanam, kekal selamanya." [HR. Bukhari 5778 dan Muslim 109]

Lalu, apakah jenazah orang yang bunuh diri harus dishalatkan atau tidak?

Meskipun orang tersebut melakukan sebuah dosa besar dengan melakukan bunuh diri, namun ia tetaplah menjadi seorang muslim. Maka, jenazahnya tetap wajib disikapi sebagaimana layaknya jenazah seorang muslim. Dia wajib dimandikan, dikafani, dishalati, dan dimakamkan di pemakaman kaum muslimin.

Orang yang melakukan bunuh diri akan mengalami 3 penderitaan, yaitu penderitaan di dunia yang mendorongnya berbuat seperti itu, penderitaan menjelang kematiannya, dan penderitaan yang kekal di akhirat nanti. Na'udzubillahi min dzalik, semoga bisa menjadi renungan untuk kita semua.