Peneliti Ungkap Cara Orang Mesir Bangun Piramida

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Mesir sangat terkenal sekali dengan piramidanya. Disana terdapat ratusan piramida-piramida yang berdiri megah sebagai peninggalan dari bangsa-bangsa Mesir terdahulu.

Tetapi dibalik itu semua terdapat teka-teki yang selama ini masih menjadi misteri dikalangan masyarakat maupun peneliti. Para peneliti masih bingung tentang bagaimana cara bangsa Mesir membangun bangunan megah itu di masa lalu? karena pada masa itu belum ada teknologi canggih seperti sekarang ini.

Peneliti Ungkap Cara Orang Mesir Bangun Piramida

Apalagi bahan baku yang digunakan untuk membangun piramida itu sangat berat apabila dibawa ke lokasi pembangunan yang berada di gurun pasir. Karena, pada waktu itu pasti belum ada alat canggih yang dapat membawa batuan dalam jumlah besar apalagi di medan seperti itu.

Namun kini teka-teki tersebut berhasil dipecahkan. Adalah Daniel Bonn dari University of Amsterdam yang mengklaim bahwa ia telah berhasil memecahkan teka-teki tersebut dalam hasil risetnya yang akan terbit di jurnal Physical Review Letter Rabu (29/4).

Bonn mengunngkapkan bahwa orang-orang Mesir kuno menggunakan cara yang jitu untuk membawa batuan-batuan itu ke lokasi pembangunan di gurun pasir. Ia dan rekannya mengatakan orang Masir kuno menggunakan alat semacam gerobak yang digunakan untuk mengangkut batu-batu itu dan menyeretnya di gurun pasir yang sudah dibasahi dengan air.

Bonn juga telah melakukan penelitian tersebut yaitu dengan menggunakan miniatur gerobak Mesir Kuno dan wadah berisi pasir yang telah dikeringkan di oven. Dengan pasir yang dibasahi dengan air hingga level tertentu akan membetntuk sebuah jembatan kapiler.

Air akan membuat pasir menjadi padat sehingga meminimalisasi gesekan dengan benda yang bergerak di atasnya. Ia juga mengungkapkan dengan menggunakan teknik semacam itu, total gaya tarik dapat berkurang hingga 50 persen.

Dengan gaya tarik yang berkurang 50 persen itu, maka orang yang dibutuhkan untuk menarik gerobak juga akan berkurang setengahnya dari jumlah orang apabila gurun dalam keadaan kering.

Berkurangnya gaya tarik dan gesekan disebabkan karena gurun pasir yang menjadi kaku karena basah. Sehingga gerobak akan bergerak lebih mudah di permukaan pasir yang basah.

Kesimpulan itu juga diperkuat dengan adanya lukisan yang terdapat di kuburan Djehutihotep. Lukisan itu menggambarkan adanya percikan warna abu-abu dan oranye dengan orang yang berdiri di depan gerobak sambil menyiramkan air. Lukisan itu sebelumnya telah memicu banyak perdebatan.

Penelitian ini memberi penjelasan ilmiah fungsi air dalam pembangunan piramida yang semula cuma dikaitkan dengan pencucian.