Ancaman Bagi yang Meninggalkan Shalat

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Shalat adalah rukun Islam yang kedua, rukun yang mengandung esensi menanam rasa selalu ingat kepada Sang Pencipta, yaitu Allah SWT. Shalat juga merupakan sebuah tiang agama dari kehidupan beragama dan merupakan tulang punggung akhlakul karimah.

Sebagai umat muslim yang beriman, shalat adalah sebuah kewajiban utama. Sehingga barangsiapa yang melalaikan shalat, Allah mengancam mereka dengan siksa yang sangat luar biasa pedih. Karena, melalaikan dan meninggalkan shalat sama dengan sombong dan merupakan pelanggaran.

Ancaman Bagi yang Meninggalkan Shalat

Jika seorang hamba menghina Allah, maka patutlah Allah menjatuhkan hukuman. Seorang rakyat yang menghina raja, pasti dia akan ditangkap dan disiksa atau bahak dipancung lehernya. Apalagi penghinaan terhadap raja dari segala raja, namun Allah Maha Pemurah dan Bijaksana sehingga masih memberi kesempatan bagi hamba-Nya yang ingin bertaubat.

Oleh karena itu, sebaiknya gunakanlah kesempatan ini sebaik mungkin sebelum ajal menjemput sehingga tertutuplah pintu taubat. Karena jika seseorang meninggal dalam keadaan belum bertaubat, maka orang tersebut pasti dijatuhi hukuman oleh Allah.

Sebagaimana firman Allah dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 6-7, Allah mengancam orang-orang yang meninggalkan dan melalaikan shalat dengan adzab yang teramat berat:

"Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman." [QS. Al-Baqarah ayat 6]

"Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat." [QS. Al-Baqarah ayat 7]

Dalam surat Maryam ayat 59-60 juga diterangkan:

"Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui al ghoyya," [QS. Maryam ayat 59]

"kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun," [QS. Maryam ayat 60]

Yang dimaksud dengan 'menyia-nyiakan shalat' yaitu meninggalkan shalat, meremehkan atau mengakhirkan waktunya, sedangkan 'memperturutkan hawa nafsu' ialah menuruti kesenangan dalam kemaksiatan sehingga ia melupakan kewajibannya atau jika tidak lupa, ia merasa enggan melakukannya.

Ayat tersebut turun berkenaan dengan sikap umat Rasulullah SAW bagi yang suka meninggalkan shalat dan memuaskan hawa nafsunya. Golongan orang-orang yang demikina inilah oleh Allah kemudian disebut sebagai "Adha 'ush Shalaah" yaitu yang menyia-nyiakan atau mengabaikan shalat.

Dalam tafsir Al Kabir, kata Adha 'ush Shalaah mengandung banyak pengertian atau penjelasan, diantaranya:

  1. Acuh tak acuh terhadap shalat yang wajib hukumnya.
  2. Enggan shalat berjama'ah ke masjid dan tidak memiliki perhatian sedikitpun.
  3. Tidak mau memelihara shalat.
  4. Suka mengumpat (ghibah) dan riya' sekalipun rajin shalat.
  5. Melakukan shalat dengan tidak khusyuk (lalai).
  6. Mengabaikan syarat, rukun yang harus dipenuhi ketika shalat.

Bagi orang-orang yang masuk dalam golongan diatas yang diantaranya mengaku Islam dan mengaku beriman kepada Allah, namun sama sekali tidak mengerjakan shalat. Ketika di khitan, dia dinyatakan Islam, ketika menikah dia ikrarkan sebagai seorang Islam dan membaca dua kalimat syahadat, jika di kampungnya membangun masjid, dia pun tak segan-segan berinfak, jika bulan ramadhan dia berpuasa bahkan ikut tarawih, jika shalat hari raya dia bahkan rajin datang paling awal, namun sehari-hari dia mengabaikan shalat fardhu.

Golongan yang demikian ini dianggap meremehkan shalat, karena shalat yang harus didahulukan adalah shalat fardhu dan shalat hari Raya dan Tarawih adalah sunnah muakad.

Sesungguhnya orang yang mengabaikan shalat atau meremehkan shalat, maka dia akan mendapatkan ancaman dari Allah, baik di dunia ketika sehat, menjelang kematian, di alam kubur dan kelak di akhirat.

Dalam surat Maryam telah disebutkan tentang orang yang mengabaikan shalat atau melalaikannya, juga diikuti dengan kata "alghayya" pada tafsir Al-Lubab kata itu mengandung banyak pengertian, diantaranya:

  1. Sebuah sungai kecil yang sangat dalam di neraka jahannam. Keadaannya sangat panas dan berbau busuk, suasananya mencekam, jika airnya menetes ke bumi maka dapat menghancurkan bumi dan penghuninya.
  2. Sebuah jurang diantara jahannam yang panasnya sangat luar biasa. Keadaan yang demikian itu membuat jurang-jurang yang lain memohon perlindungan kepada Allah sampai 1000 kali, jurang ini disediakan untuk mereka yang mengabaikan atau melalaikan shalat berjamaah.
  3. Sebuah jurang yang mengalirkan darah dan nanah di neraka jahannam.
  4. Sebuah jurang di neraka jahannam yang sangat dalam dan keadaannya sangat panas luar biasa, didalamnya ada sebuah perigi bernama Habhab, ketika jahannam terdiam, maka Allah membuka penutup perigi itu, maka seketika kobaran api menyala dan menjilat-jilat, sangat mengerikan.
  5. Sedangkan menurut Ash Dhahhak, bahwa yang dimaksud dengan Al-Ghoyya adalah kerugian dan kebinasaan.

Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang melalaikan shalat berjamaah, pasti ditimpa 12 macam cobaan yang membahayakan dirinya, yaitu: cobaan di dunia: usaha dan rizkinya tidak barokah, Nur Shalihin lenyap dari dirinya, dan dibenci oleh setiap orang mukmin, cobaan menjelang kematiannya: dicabut rohnya dalam keadaan haus, sekalipun meminum seluruh air sungai, keluarnya nyawa dirasa sangat pedih dan dikhawatirkan akan mati tidak membawa iman yaitu suul khatimah, cobaan di alam kubur: sulit menjawab oertanyaan malaikat munkar dan nakir, terasa sangat gelap kuburnya, seluruh anggota tubuhnya dihimpit oleh kubur sehingga hancur, cobaan di hari kiamat: terasa sangat berat perhitungan amalnya, dimurkai Allah, disiksa oleh Allah dengan api neraka".

Allah berfirman:

"Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman." [QS. Al-Isra' ayat 8]