Mengapa Allah Tidak Menampakkan Adzab Kubur Pada Manusia?

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Kita percaya bahwa setelah kita mati maka kita akan memasuki alam kubur atau juga dikenal dengan alam barzakh. Barzakh merupakan alam yang membatasi alam dunia dan alam akhirat. Jadi, sebelum memasuki alam akhirat kita akan memasuki alam barzakh atau alam kubur.

Barzakh juga menjadi tempat peristirahatan atau persinggahan sementara bagi jazad makhluk hingga dibangkitkan nanti di hari kiamat. Di alam bazakh, si mayit akan bertemu dengan malaikat Munkar dan Nakir yang akan menanyakan beberapa pertanyaan kepada si mayit. Ada yang berpendapat jika si mayat adalah orang mukmin yang beriman dan diberi taufik, maka yang akan datang adalah para malaikat yang bernama Mubassyar dan Basyir.

Mengapa Allah Tidak Menampakkan Adzab Kubur Pada Manusia?

Di dalam kubur, malaikat akan menanyakan beberapa pertanyaan berikut ini:

  1. Siapa Tuhanmu?
  2. Apa Agamamu?
  3. Siapa lelaki yang diutus kepadamu (nabimu)?
  4. Siapa yang mengajarimu?

Pertanyaan diatas hanya dapat dijawab oleh orang-orang beriman yang kemudian akan mendapatkan nikmat kubur sebelum mendapatkan surga di akhirat nanti.

Namun, jika si mayit tidak bisa menjawab, maka ia akan mendapatkan siksa atau adzab kubur. Adzab kubur akan dialami oleh si mayit di dalam kubur, namun manusia yang masih hidup tidak bisa mendengar atau melihat azab kubur.

Namun, pernahkah kita berfikir mengapa Allah SWT tidak menampakkan azab kubur kepada manusia? Ternyata dibalik itu terdapat hikmah yang bisa kita dapatkan. Hikmah tersebut yaitu:

Pertama, hikmah pertama yang kita dapatkan adalah hal ini akan menutup aib si mayit. Jika semasa hidupnya si mayit tersebut memiliki kedudukan atau secara lahiriyah (yang tampak) adalah orang shalih, namun ternyata manusia mengetahui bahwa dia diadzab dalam kuburnya, tentu ini akan membuka aib si mayit tersebut di dunia.

Hal ini akan berdampak juga pada keluarga si mayit, mereka akan dihinakan oleh masyarakat karena salah satu anggota keluarganya diazab di dalam kuburnya.

Kedua, apabila Allah menampakkan adzab kubur kepada manusia, maka tidak akan ada manusia yang berani menguburkan saudaranya. Hal ini juga dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW.

"Seandainya kalau bukan karena kalian saling memakamkan, maka aku ingin berdoa kepada Allah untuk memperdengarkan kepada kalian adzab kubur yang aku dengar."

Abu Abdillah Al-Qurthubi rahimahullah mengatakan, "Para ulama kita menjelaskan bahwa sesungguhnya jin dan manusia tidak mendengar adzab kubur adalah (karena) sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, 'Seandainya kalau bukan karena kalian saling memakamkan' [al-hadits]. Allah Ta'ala menyembunyikan (adzab kubur) dari kita -sehingga kita bisa saling memakamkan- adalah karena hikmah dan kelembutan-Nya.

Hal ini disebabkan rasa takut yang meliputi manusia jika mendengarnya, sehingga mereka tidak akan berani untuk mendekat ke pemakaman untuk menguburkan (orang yang meninggal dunia). Manusia bisa jadi binasa jika mendengarnya, karena mereka tidak memiliki kekuatan untuk mendengar adzab Allah di alam dunia ini, karena lemahnya kekuatan mereka."

Ketiga, sebagai ujian keimanan terhadap manusia terhadap hal-hal yang ghaib. Ibnul Qoyyim berkata:

"Jika Allah menghendaki untuk menampakkan adzab kubur kepada sebagian manusia (seperti kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen.) tentu Allah nampakkan dan Allah sembunyikan dari hamba-hambaNya yang lain. Akan tetapi, jika Allah tampakkan kepada seluruh manusia, maka hilanglah beban syariat (taklif) dan (hilang pula kewajiban untuk) beriman kepada perkara yang ghaib. Demikian pula, manusia tidak akan berani memakamkan sebagaimana yang terdapat dalam Shahihain,

Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (bersabda), 'Seandainya kalau bukan karena kalian saling memakamkan, maka aku ingin berdoa kepada Allah untuk memperdengarkan kepada kalian adzab kubur yang aku dengar.' "Oleh karena itu, ketika hikmah seperti ini tidak terdapat dalam diri binatang ternak, maka binatang ternak pun mendengar adzab kubur dan mengetahuinya. Sebagaimana bagal (peranakan kuda dengan keledai) milik Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang berjalan miring dan hampir-hampir melemparkan barang-barang bawaannya ketika melewati orang yang sedang diadzab di kuburnya."

Itulah hikmah mengapa Allah tidak menampakkan Adzab kubur kepada manusia, semoga bisa bermanfaat dan semoga Allah senantiasa melindungi kita dari azab kubur.