Kerudung dalam Ajaran Kristen dan Yahudi

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Krerudung adalah seperti kain atau selendang yang menutupi seluruh bagian kepala wanita dengan hanya menampakkan bagian wajahnya saja. Biasanya kerudung digunakan untuk alasan kesopanan, fashion, atau alasan keagamaan.

Selama ini kita beranggapan bahwa kerudung itu identik dengan wanita muslim, namun tahukah Anda bahwa dalam ajaran Kristen dan Yahudi juga ada anjuran untuk menggunakan kerudung bagi para penganutnya?

Sebenarnya sudah sejak lama bahkan sebelum zaman Rasulullah sudah menjadi hal yang wajib bagi wanita untuk mengenakan busana longgar panjang dari leher hingga kaki dan memakai kerudung penutup kepala.

Bahkan, Bible sendiri menganjurkan dengan jelas dan tegas untuk memakai kerudung bagi kaum wanita. Beginilah bunyi anjuran berkerudung dalam Alkitab 1 Korintus 11:

11:5 "Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya."

11:6 "Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya."

11:7 "Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki."

11:8 "Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki."

11:9 "Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki."

11:10 "Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat."

11:11 "Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan."

11:12 "Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah."

11:13 "Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung?"

Itulah beberapa kutipan ayat yang menegaskan bahwa di dalam ajaran Kristen juga wanita diwajibkan untuk menggunakan kerudung. Kali ini mari kita bahas tentang bagaimana pandangan Kristen dan Yahudi tentang kerudung.

Kerudung dalam Tradisi Kristen


Kerudung dalam Ajaran Kristen dan Yahudi

Hingga sekarang ini, para Biarawati Katolik menutup kepalanya secara keseluruhan. Di Indonesia sendiri sebelum tahun 80-an pakaian biarawati adalah jilbab, pakaian panjang longgar dari leher hingga menutup kaki serta berkerudung yang menutup leher dan dada.

Namun era 80-an ke atas, jubah biarawati berubah menjadi pakaian panjang hanya sampai betis. Kerudung panjang menutup dada berubah menjadi kerudung hanya penutup rambut dan leher terbuka.

Padahal menutup kepala atau ber-kerudung, adalah sebuah tuntunan dalam Bibel yang sudah ada sejak zaman sebelum Nabi Muhammad SAW.

Kerudung dalam Tradisi Yahudi


Keluarga Yahudi Ortodoks
Keluarga Yahudi Ortodoks - Seperti muslim Arab?

Seorang pemuka agama Yahudi, Rabbi Dr. Menachem M. Brayer, Professor Literatur Injil pada Universitas Yeshiva dalam bukunya, The Jewish woman in Rabbinic Literature, menulis bahwa baju bagi wanita Yahudi saat bepergian keluar rumah yaitu mengenakan penutup kepala yang terkadang bahkan harus menutup hampir seluruh muka dan hanya mening-galkan sebelah mata saja.

Dalam bukunya tersebut ia mengutip pernyataan bebera-pa Rabbi (pendeta Yahudi) kuno yang terkenal: "Bukanlah layaknya anak-anak perempuan Israel yang berjalan keluar tanpa penutup kepala" dan "Terkutuklah laki-laki yang membiarkan rambut istrinya terlihat," dan "Wanita yang membiarkan rambutnya terbuka untuk berdandan membawa kemelaratan."

Hukum Yahudi melarang seorang Rabbi untuk memberikan berkat dan doa kepada wanita menikah yang tidak menutup kepalanya karena rambut yang tidak tertutup dianggap "telanjang".

Dr Brayer juga mengatakan bahwa "Selama masa Tannaitic, wanita Yahudi yang tidak menggunakan penutup kepala dianggap penghinaan terhadap kesopanannya. Jika kepalanya tidak tertutup dia bisa dikenai denda sebanyak empat ratus zuzim untuk pelanggaran tersebut."

Kerudung juga menyimbolkan kondisi yang membedakan status dan kemewahan yang dimiliki wanita yang menge-nakannya. Kerudung kepala menandakan martabat dan keagungan seorang wanita bangsawan Yahudi.

Oleh karena itu di masyarakat Yahudi kuno, pelacur-pelacur tidak diperboleh-kan menutup kepalanya. Tetapi pelacur-pelacur sering memakai penutup kepala agar mereka lebih dihormati (S. W. Schneider, 1984, hal 237).

Wanita-wanita Yahudi di Eropa menggunakan kerudung sampai abad ke 19 hingga mereka bercampur baur dengan budaya sekuler. Dewasa ini, wanita-wanita Yahudi yang shalih tidak pernah memakai penutup kepala kecuali bila mereka mengunjungi sinagog (gereja Yahudi) (S.W.Schneider, 1984, hal. 238-239).