Wanita Ini Mualaf Karena Merasa Islam Ajarkan Kebenaran

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Namanya adalah Melissa Hardy, dia adalah seorang wanita Jerman yang memilih Islam setelah menemukan sebuah kebenaran dalam Islam. Sejak kecil, dirinya sangat rajin dalam mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan.

Ketika kecil, oleh orangtuanya ia juga sering diajarkan doa-doa sesuai dengan kepercayaannya. Dan ia juga sangat suka mengamalkannya, setiap akan melakukan sesuatu ia selalu memanjatkan doa kepada Tuhan berharap Tuhan mendengar doa yang ia panjatkan kepada-Nya.

Suatu ketika, muncul pertanyaan yang membuatnya berfikir keras. Dalam hatinya ia terus bertanya dalam hati "mengapa Tuhan bisa mati?", dari pertanyaan itulah ia mulai bingung dan mencoba mencari tahu akan kebenaran.

Wanita Ini Mualaf Karena Merasa Islam Ajarkan Kebenaran

Kemudian dalam pikirannya muncul kata iman, "Saya percaya, iman merupakan cara untuk mengetahui apakah dasar agama saya adalah nyata dan benar," ucapnya seperti yang dikutip dari OnIslam.

Setiap kali mencoba konfirmasi soal pertanyaannya itu, Melissa tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Ia hanya bisa membawa pertanyaan itu dalam pikirannya. Hingga suatu hari, ia terpikir untuk mempelajari Yudaisme.

Pemikiran ini muncul karena ia menyaksikan film 'The Pianist'. Film itu berkisah seorang Yahudi yang bertahan hidup dari kejaran Nazi. "Saya menjadi benci Palestina dan cinta Israel," kenangnya.

Seiring berjalannya waktu, munculah rasa hampa dalam keyakinan Melissa. "Saya tidak memiliki hal yang bisa dipercaya. Saya merasa ada yang hilang. Tapi saya tidak tahu apa yang harus dilakukan," kata dia.

Merasa frustasi, Melissa melampiaskannya dengan mabuk dan berpesta. Namun, Melissa tidak merasa cocok dengan gaya hidup tersebut. Akhirnya, ia pun kembali melakukan pencarian.

Melissa kemudian teringat tentang Islam. Sepengetahuannya, Islam merupakan agama bangsa Arab. Tapi ia merasa penasaran, dan memutuskan untuk membaca literatur tentang Islam. "Saya beli beberapa buku. Saya baca laman Islam seperti Islamonline," kata dia.

Ketika mempelajari Islam, Melissa merasa terkejut. Islam menyatakan tiada Tuhan selain Allah. Islam juga mewajibkan shalat dan berpuasa bagi setiap Muslim. "Islam juga mewajibkan bagi yang mampu untuk melaksanakan haji," kata dia.

Sejak itu, ia mulai belajar shalat. Kemudian, ketika Ramadhan tiba, Melissa turut berpuasa. Langkah lain yang dilakukan, ia kenakan hijab. "Saya juga belajar umat Islam percaya bahwa Yesus (Anak Perawan Maria) Sebagai seorang Nabi. Muhammad adalah Nabi terakhir. Saya tahu, mereka mengimani Alkitab dan Taurat," kata dia.

"Saya masuk Islam pada bulan Mei 2004 di usia 16. Saya sekarang seorang Muslim. Islam telah membentuk tidak hanya keyakinan, tetapi juga pendapat dan tindakan saya. Alhamdulillah," ucapnya.

Baca Juga: Ilmuwan: Baca Alquran Sehatkan Jasmani dan Rohani