JARVIS Iron Man di Zaman Rasulullah

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Siapa yang sudah pernah nonton film fiksi tentang superhero bernama Tony Stark alias Iron Man? Iron Man adalah film produksi Marvel yang juga merupakan salah satu film Marvel yang sukses. Dalam film tersebut dikisahkan bahwa Tony Stark adalah seorang industrialis, petualang, filantropis, penemu dan ilmuwan. Dia adalah seorang pendiri Maria Stark Foundation, CEO Stark Enterprises, CEO Stark Solutions, CEO Circuits Maximus, CEO Stark International, dan Presiden Kehormatan Stark Resilient.

Tony Stark hidup dengan seorang pembantu digital yang sangat canggih dengan dilengkapi sistem komputer yang mendukung kecanggihannya. Pembantu digital tersebut juga dilengkapi dengan aplikasi yang super canggih bernama JARVIS kependekan dari Just A Really Very Intelligent System. Aplikasi tersebut mampu untuk membuat tampilan gambar sedderhana menjadi gambar dengan bentuk visual 5 dimensi.

JARVIS Iron Man di Zaman Rasulullah

Dengan menggunakan sentuhan tangan si Iron Man, gambar 5 dimensi tersebut bisa di gerakkan dan dilihat dari berbagai sudut sehingga akan tampak seperti bentuk yang sebenarnya.

Tahukah Anda bahwa ternyata teknologi serupa juga ada di zaman Rasulullah? Hal ini terjadi pada saat Rasulullah di Isra'-kan oleh Allah dari Masjidil Haram ke Majidil Aqsa.

Dalam hadits Rasulullah dari Ibnu Abbas RA ia berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: "Ketika malam aku di Isra'-kan dan pada waktu subuh aku telah sampai di Makkah, aku khawatir dengan urusanku kemudian aku duduk dengan hati yang sedih."

Kemudian melintaslah Abu Jahal dan kemudian duduk di sebelah beliau dan berkata: "Kamu tampak sedih, apakah ada sesuatu?" Rasulullah menjawab: "Sesungguhnya aku di Isra'-kan malam tadi" Abu Jahal berkata: "Kemana?" Rasulullah menjawab: "Ke Baitul Maqdis", Abu Jahal berkata: "Kemudian saat subuh engkau sudah ada di hadapan kami (di Makkah)?" Rasulullah menjawab: "Ya"

Abu Jahal tidak menampakkan sikap bahwa ia mendustakannya karena takut beliau tidak mau menceritakan hal itu lagi jika kaumnya dipanggil olehnya. Kemudian dia berkata: "Tahukah engkau, jika engkau hendak mendakwahi kaummu, maka kamu harus menceritakan kepada mereka apa yang barusan kau ceritakan padaku" Rasulullah menjawab: "Ya"

Kemudian Abu Jahal Berkata: "Kemarilah wahai penduduk Bani Ka'ab bin Lu'ai!" Lalu mereka berkumpul kepadanya datang sampai duduk mengelilingi keduanya. Dia berkata: "Ceritakan pada kaummu apa yang telah engkau kisahkan kepadaku."

Kemudian Rasulullah berkata: "Sesungguhnya aku di Isra'-kan malam tadi", mereka bertanya: "Kemudian saat subuh engkau sudah ada di hadapan kami (di Makkah)?" Beliau menjawab: Ya. Lalu ia (Ibnu Abbas) berkata: "Maka ada yang bersorak dan ada yang meletakkan tangannya di atas kepala karena heran atas kebohongan itu (menurut mereka)". Mereka berkata: "Dan apakah engkau dapat menyifatkan kepada kami masjid itu?" di antara penduduk tersebut sudah ada yang pernah melihatnya.

Maka Rasulullah SAW bersabda: "Maka aku mulai menyebutkan ciri-cirinya dan tidaklah aku berhenti menyifatkan sehingga aku lupa beberapa cirinya." Beliau bersabda: "Lantas didatangkan masjid sampai diletakkan tanpa kesamaran sehingga aku dapat melihat(nya). Maka aku menyifatkan dengan melihat hal itu." Ia berkata: "Dan sampai ini, ada sifat yang tidak aku hafal". Ia berkata: kemudian ada kaum yang berkata: "Adapun sifat tersebut, demi Allah, ia benar." [HR. Ahmad (2680), disahkan Al-Albani dalam Ash-Shahihah (VII:3021)]

Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa ketika Rasulullah lupa dengan ciri-ciri masjid tersebut, dengan segera Allah mendatangkan gambar masjid tersebut di hadapan Rasulullah dengan gambar yang tampak seperti nyata. Sehingga Rasulullah bisa menerangkan sifat atau ciri-ciri masjid tersebut tanpa ada keraguan.

Mungkin jika tidak berlebihan, kita bisa menggambarkan hal ini seperti teknologi JARVIS yang ada dalam film Iron Man. Di hadapan beliau terpampang sebuah layar berukuran besar yang menampilkan citra Masjid Baitul Maqdis berikut halamannya dalam bentuk 5 dimensi, sehingga Rasulullah dapat memutar-mutarnya untuk mengetahui berapa jumlah tiang masjid Baitul Maqdis, bagaimana bentuk halaman depannya, seperti apa ukiran-ukiran yang ada di dinding masjid tersebut dan lain sebagainya.

"Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." [QS. Al-Isra' ayat 1]

Jika kita mengetahui dan mempercayai akan kebenaran Al-Qur'an, tentu kita akan semakin mempercayai bahwa Al-Qur'an memang kitab yang datang langsung dari Allah sehingga di zaman modern seperti sekarang ini, kebenaran-kebenaran Al-Qur'an mulai terbukti melalui teknologi dan penelitian ilmiah.

Namun, bagi orang-orang kafir hal seperti ini hanya akan dijadikan sebagai bahan tertawaan dan menganggap segala kejadian dan kebenaran Al-Qur'an yang terbukti itu tak lebih dari suatu hal yang di kait-kaitkan dengan Al-Qur'an saja.