Beredar Kabar Waduk Mrica Jebol, Ternyata Hanya Dibuka

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Sempat beredar kabar bahwa waduk Mrica yang terletak di kota Banjarnegara jebol. Kabar ini mulai tersebar melalui pesan berantai dari Blackberry Messenger atau BBM. Kabarnya, waduk yang terletak sekitar 9 km barat kota Banjarnegara ini jebol hingga terjadi banjir bandang yang hebat sampai menerjang pemukiman warga.

Namun, kabar itu di bantah oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kabar ini juga di bantah oleh Manager Operasi dan Pemeliharaan PT Indonesia Power Upb Mrica. Pengelola waduk menyatakan bawha kondisi waduk Mrican saat ini masih tetap normal dan seperti biasa.

Beredar Kabar Waduk Mrica Jebol, Ternyata Hanya Dibuka

Waduk Mrican ini memiliki kemampuan untuk membuka spillway secara otomatis apabila air waduk elevasi meningkat dan menyentuh ambang batas, sehingga air akan mengalir dan volume air di dalam waduk akan tetap stabil.

Sejak Kamis sore, volume air yang masuk ke waduk Mrica memang cukup besar, yaitu mencapai 1.400 meter kubik per detik. Meningkatnya jumlah air yang masuk membuat tingkat elevasi air waduk terus meningkat. Selain meningkatnya volume air waduk, banjir di Sungai Serayu juga membawa material sampah yang memenuhi area waduk.

Sebelumnya, banjir Sungai Serayu yang terjadi kemarin akibat intensitas hujan yang tinggi di hulu sungai. Selain banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng mencatat telah terjadi 67 titik longsor di Banjarnegara.

Seperti yang kita ketahui, waduk Mrica atau dikenal juga sebagai Bendungan Panglima Besar Jendral Soedirman merupakan waduk buatan yang membendung sungai Serayu yang melintasi wilayah Banjarnegara.

Waduk Mrica ini merupakan waduk buatan terpanjang di Asia Tenggara dengan panjang 6,5 Km dan luas 1.250 Ha. Danau buatan sebesar ini dihasilkan dengan menenggelamkan 32 desa di 7 kecamatan yang ada disekitar aliran sungai Serayu Banjarnegara.

Selain sebagai tempat penampungan air, waduk Mrica juga berfungsi sebagai PLTA dan juga sebagai tempat rekreasi. Kabar tentang jebolnya waduk Mrica ini membuat masyarakat resah. Pasalnya jika waduk ini jebol maka pemukiman warga yang berada di sekitar Sungai Serayu akan terendam banjir.

Namun BNPB memastikan bahwa bendungan Mrica tetap aman, sehingga warga tidak perlu panik tentang isu tersebut. Bukti ini juga di perkuat dengan adanya video yang menampilkan kondisi waduk Mrican saat ini.