Benarkah Dajjal Sudah Ada Sejak Zaman Firaun?

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Dajjal merupakan makhluk ciptaan Allah yang akan datang ke bumi untuk menyesatkan manusia menjelang hari kiamat. Dajjal akan mengaku bahwa dirinya adalah tuhan yang patut disembah, karena ia memiliki kemampuan yang menakjubkan yang diberikan Allah kepadanya.

Baca Juga: Inilah Kemampuan Dajjal yang Menakjubkan

Ada yang mengatakan bahwa Dajjal sudah ada sejak zaman Nabi Musa a.s di masa kekuasaan Raja Fir'aun, benarkah demikian? Dikisahkan bahwa Dajjal lahir 100 tahun sebelum Nabi Musa dilahirkan. Ia juga terlahir dengan nama Musa, kata ini diambil dari bahasa Mesir, yang artinya terapung. Karena dulunya Dajjal memang pada masa kecilnya terapung di atas air karena bencana tsunami di negeri Samirah, Palestina.

Pada saat bencana itu terjadi, anak ini diselamatkan oleh Malaikat Jibril ke sebuah pulau yang tidak berpenghuni di laut Yaman. Jarak laut Yaman ini membutuhkan perjalanan yang sangat lama dan jika ingin ke pulau tersebut harus melewati terjangan ombak dahsyat. Jika tak hati-hati maka akan tenggelam. Selama di pulau itu, Jibril menugaskan seekor binatang yang badannya dipenuhi bulu lebat untuk merawat dan membantu si manusia cacat itu.

Singkat cerita, ketika sudah semakin besar, ia memutuskan keluar dari pulau itu dan mengembara ke mana saja. Hingga pada akhirnya ia tiba di negeri Firaun. Dan di situlah ia bertemu dengan Nabi Musa.

Dalam pertemuannya dengan Nabi Musa, ia awalnya menjadi pengikutnya. Namun, di balik pertemuan itu ia memiliki maksud jahat. Ia ingin menyesatkan Bani Israil dengan menyuruh mereka untuk menyembah berhala.

Karena perbuatannya mengajak Bani Israil membuat patung anak lembu maka Musa a.s lalu mengusir Samiri. (Lihat QS Thaha [20]: 97). Ke mana perginya Samiri (dajjal) ini setelah diusir Musa, tidak ada keterangan lanjutan.

Setelah di usir oleh Nabi Musa, Samiri (Dajjal) kembali mengembara, ada yang berpendapat bahwa Samiri (Dajjal) ini berada di Segitiga Bermuda. Ia bertemu bangsa Setan dan membuat perjanjian untuk menyesatkan umat manusia.

Ada yang mengatakan juga bahwa Samiri (Dajjai) ini masih hidup dan sudah berusia ribuan tahun. Kendati demikian, fisiknya masih tetap muda dan tak ada yang bisa menandingi kekuatannya hingga turunnya Isa Al-Masih, putra Maryam, yang akan membunuhnya.

Dajjal akan muncul kembali diakhir zaman untuk menyesatkan manusia, panjangnya usia Dajjal ini, karena ia merupakan satu dari tiga orang yang muntazhar (ditangguhkan) atau dipanjangkan umurnya, yakni setan, Nabi Isa AS, dan Dajjal. Dan hanya Nabi Isa as yang mampu mengalahkan dan membunuh dajjal. Wa Allahu A'lam.

Baca Juga: Di Tempat Inilah Nabi Isa Akan Turun Ke Bumi