Lagi, Lubang 'Neraka' Misterius Muncul di Rusia

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Warga di Rusia kembali di gegerkan lantaran munculnya lubang raksasa yang misterius dan di anggap sebagai lubang yang menuju ke 'neraka' lantaran lubang ini tidak memiliki dasar. Lubang ini tiba-tiba muncul di sekitar area tambang kalium Solikamsk-2, di Perm, Rusia, Kamis pekan kemarin.

Lubang yang memiliki diameter selebar 40 meter tersebut itu di anggap warga sekitar sebagai lubang menuju neraka, karena lubang tersebut dirasa tidak memiliki dasar yang jelas. Bahkan para ilmuwan sendiri belum mengetahui secara pasti berapa kedalaman lubang yang menghebohkan warga Rusia tersebut.

Ahli geologis Rusia masih berpendapat munculnya lubang misterius itu akibat bencana gempa bumi 20 tahun lalu, yang membuat stuktur tanah di dekat daerah itu melemah.

Lagi, Lubang 'Neraka' Misterius Muncul di Rusia

Apalagi lubang itu terletak di dekat tambang potash bernama Solikamsk-2 yang sudah ditutup akibat kebanjiran. Seperti yang dilansir dari dream.co.id, ilmuwan juga berpendapat, lubang raksasa itu muncul akibat air yang telah membanjiri tambang meresap masuk ke lapisan tanah, sehingga rentan longsor.

Penyebab terjadinya lubang 'neraka' dipandang berbeda dengan yang terjadi pada kawah Siberia belum lama ini. Kawah Siberia, di wilayah yang membeku abadi, diperkirakan hasil dari mencairnya tanah yang mengandung gas, hingga menyebabkan ledakan gas yang dramatis.

Munculnya lubang 'neraka' membuat warga di sekitar lokasi ketakutan. Sekitar 1.300 penambang juga tidak diperbolehkan masuk ke lokasi tambang.

"Kami tidak bisa tidur selama tiga hari, menunggu lubang baru muncul," ujar salah satu warga.

Warga di sana juga ramai menjual rumah-rumah mereka. Namun, diprediksi tidak ada yang mau membeli karena masuk kawasan berbahaya.