5 Fakta Senjata Kopassus yang Harus Kamu Tahu

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Banyak yang menganggap bahwa senjata-senjata pasukan Indonesia itu sudah ketinggalan zaman dan hanya bisa membeli senjata dari negara asing, ternyata anggapan-anggapan tersebut salah besar. Karena, Indonesia ternyata punya senjata yang sangat canggih dan lebih hebatnya lagi senjata tersebut dibuat dan dikembangkan oleh Indonesia sendiri.

Seperti senapan sniper SPR 2 buatan PT Pindad, perusahaan milik pemerintah ini saat ini tengah menjadi buah bibir internasional. Karena senjata ini tidak bisa dibuat oleh sembarang negara. Dan kini PT. Pindad akan memproduksi sebanyak 150 pucuk senjata SPR 2 ini yang akan digunakan oleh Kopassus.

5 Fakta Senjata Kopassus yang Harus Kamu Tahu

Memang apa sih keistimewaan dari senjata buatan Pindad ini? Penasaran? ini dia 5 fakta menarik seputar senjata Kopassus yang mampu gemparkan dunia:

1. Bukan Senjata Sembarangan

Senjata SPR 2 ini ternyata tidak sembarang negara dapat membuatnya. Karena senjata ini hanya diproduksi oleh kurang lebih 4 negara saja di dunia ini yaitu Amerika, dan beberapa negara di Eropa dan tentunya Indonesia.

"Di dunia kurang dari 4 negara yang mampu buat. Itu Amerika dan Eropa, gak enak kita sebut namanya dia di sini juga," kata Kepala Departemen komunikasi Pindad Sena Maulana.

Senapan ini juga merupakan senapan yang mengerikan. Karena sniper SPR 2 tergolong besar dikelasnya. SPR 2 memiliki amunisi kaliber 12,7 milimeter. Amunisi sebesar itu juga disebut-sebut bisa menembus kendaraan lapis baja.

"Senapan ini tergolong besar dengan kaliber 12,7 milimeter. Di pasaran biasanya cuma 5,62 milimeter," ujarnya.

2. Jangkauan Target yang Jauh

Kelebihan lain dari Senapan SPR 2 memiliki jangkauan target mencapai 2 km. Tetapi jarak efektifnya 1 km.

Menurut Kepala Departemen Komunikasi Pindad, Sena Maulana, sedikit sniper buatan luar negeri yang mampu bersaing dengan SPR 2.

Kebanyakan sniper buatan luar negeri jangkauan targetnya di bawah SPR 2.

"Saingannya itu sniper black arrow dan truvellow. Keduanya di bawah SPR 2 jangkauannya," ujar dia.

3. 3 Efek Amunisi Istimewa

Senapan SPR 2 juga memiliki amunisi yang terbilang istimewa, bisa memberi 3 efek sekaligus. Menembus, membakar dan meledak di dalam target dalam satu waktu

Senapan sniper SPR 2 tergolong besar dikelasnya. SPR 2 memiliki amunisi kaliber 12,7 milimeter. Di pasaran biasanya cuma 5,62 milimeter.

4. Peluru Tembus Tank

Jenis peluru senapan sniper SPR 2 buatan PT Pindad ditakuti banyak negara. Peluru ini mampu menembus kendaraan lapis baja sekalipun.

"Amunisinya 12,7 mm anti material. Jenis pelurunya paling ditakuti karena bisa menembus tank dan kendaraan lapis baja," kata Kepala Departemen Komunikasi Pindad, Sena Maulana.

Senapan sniper SPR 2 ini berawal dari sniper SPR 2 buatan luar negeri milik TNI yang tak berani diuji coba. Kemudian Pindad berusaha menguji dan akhirnya membuat sendiri.

"Tahun 2003, TNI punya 3 pucuk dari negara lain tapi gak berani uji karena berat dan besar. Akhirnya kita uji bareng-bareng lalu kita buat sendiri pada 2006, itu awalnya," kata dia.

5. Ditaksir Banyak Negara

PT Pindad memproduksi senapan sniper SPR 2 untuk digunakan Kopassus. Senjata ini pun mengundang decak kagum dunia.

"Kita sedang bikin 150 pucuk (senapan SPR 2) buat Kopassus. Dunia sniper internasional sudah langsung gempar, bagaimana kalau lebih?" kata kadep komunikasi Pindad, Sena Maulana.

Menurutnya, kemampuan Pindad membuat senjata itu membuat beberapa negara kepincut ingin memiliki. Saat pameran senjata 2014 (Indo Defence) kali ini banyak negara yang ingin melihat dari dekat senapan tersebut.

"Orang-orang asing juga langsung lihat ke sini. Mereka sudah dengar ini, kita mampu membuat," tuturnya.

Bagaimana? Keren bukan senjata buatan PT. Pindad ini?