5 Daftar Miliarder Indonesia

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Apakah kamu pernah memiliki cita-cita untuk menjadi seorang miliarder? Jika iya, maka kamu sama dengan saya, karena saya juga sama ingin menjadi miliarder juga seperti orang-orang yang ada dalam daftar orang terkaya di dunia. Banyak orang-orang terkaya di dunia ini yang masih berusia muda, sebut saja Mark Zuckerberg, ia adalah miliarder muda asal Amerika yang sukses karena Facebook buatannya.

Lalu, apakah ada miliarder asal Indonesia? Tentu saja, karena artikel ini juga akan membahas tentang 5 orang paling kaya di Indonesia. Mereka memiliki kekayaan yang bisa dibilang tidak akan habis dalam 7 turunan dan merupakan pemilik dari perusahaan ternama di Indonesia, siapa sajakah mereka? Berikut ini adalah 5 di antaranya.

5 Daftar Miliarder Indonesia

Baca Juga: Pria Ini Jadi Miliarder Karena Bermain Game

1. Budi Hartono - BCA dan Djarum | $8.5 miliar

Budi Hartono atau bisa juga dikenal dengan nama asli Oei Hwie Tjhong, adalah seorang pengusaha Indonesia. Ia merupakan anak kedua dari pendiri perusahaan Djarum yaitu Oei Wie Gwan. Robert merupakan keturunan Tionghoa-Indonesia. Kakaknya bernama Michael Bambang Hartono alias Oei Hwie Siang. Total kekayaan Robert pada tahun 2012 yang dicatat Forbes mencapai US$ 6,5 miliar menempatkannya sebagai orang terkaya ke-146 di dunia dan orang terkaya nomor 1 di Indonesia.

Hingga kini, kekayaannya meningkat hingga $8.5 miliar dan menempatkannya di urutan ke-131 sebagai orang terkaya di dunia dan ke-1 di Indonesia. Kini ia sudah berusia 74 tahun.

2. Michael Hartono - BCA dan Djarum | $8.2 miliar

Michael Bambang Hartono adalah salah seorang pemilik perusahaan rokok kretek Indonesia, Djarum.

Michael dan adiknya, Robert Budi Hartono, mewarisi Djarum setelah ayah mereka, Oei Wie Gwan, meninggal pada tahun 1963. Oei Wie Gwan meninggal tidak lama setelah pabrik rokok Djarum terbakar habis.

Michael dan Robert bahu membahu mengibarkan bendera Djarum sampai ke luar negeri. Saat ini Djarum mendominasi pasar rokok kretek di Amerika Serikat, jauh melebihi Gudang Garam dan Sampoerna.

Selain industri rokok, saat ini Michael dan Robert merupakan pemegang saham terbesar dari Bank Central Asia (BCA). Mereka berdua melalui Farindo Holding Ltd. menguasai 51 persen saham BCA. Selain itu, mereka juga memiliki perkebunan sawit seluas 65.000 hektare di Kalimantan Barat sejak tahun 2008, serta sejumlah properti di antaranya pemilik Grand Indonesia dan perusahaan elektronik.

3. Sri Prakash Lohia - Indorama Ventures | $3.4 miliar

Sri Prakash Lohia adalah pendiri dan ketua Indorama Corporation. Indorama Corporation adalah perusahaan petrokimia dan tekstil. Lohia lahir dan besar di India, tetapi menghabiskan sebagian besar masa hidup profesionalnya di Indonesia sejak tahun 1974. Pada tahun 2013, Forbes menempatkannya sebagai orang terkaya ke-6 di Indonesia dengan kekayaan bersih US$3 miliar.

4. Chairul Tanjung - CT Corporation | $3.4 miliar

Chairul Tanjung adalah pengusaha asal Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menko Perekonomian menggantikan Hatta Rajasa sejak 19 Mei 2014. Namanya dikenal luas sebagai usahawan sukses bersama perusahaan yang dipimpinnya, Para Group. Chairul telah memulai berbisnis ketika ia kuliah dari Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.

Sempat jatuh bangun, akhirnya ia sukses membangun bisnisnya. Perusahaan konglomerasi miliknya, Para Group menjadi sebuah perusahaan bisnis membawahi beberapa perusahaan lain seperti Trans TV dan Bank Mega.

5. Sukanto Tanoto - Raja Garuda Mas | $2.8 miliar

Sukanto Tanoto merupakan pengusaha Indonesia yang memulai usaha di industry pengolahan kayu. Pada tahun 2013, dia adalah salah satu pengusaha terkaya di Indonesia dengan nilai aset sebesar 2,8 milyar dollar. Berawal sebagai pemasok peralatan dan kebutuhan bagi perusahaan minyak negara Pertamina, Sukanto Tanoto merintis usaha di bidang kehutanan pada tahun 1972.

Kepentingan bisnis Sukanto Tanoto dijalankan oleh kelompok usaha the Royal Golden Eagle International (RGEI), yang dulu dikenal sebagai Raja Garuda Mas.