Pria Rusia Ini Curi dan Dandani Ratusan Jasad

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Semakin aneh saja kelakuan-kelakuan dari sebagian orang-orang yang ada di dunia ini. Kali ini ada berita tentang seorang pria asal Rusia yang menggali dan mencuri ratusan makam untuk mengambil jasad yang terkubur di dalam makam tersebut untuk ditaruh di rumah miliknya.

Namanya adalah Anatoly Moskvin, dalam menjalankan aksinya, ia hanya menggali dan mencuri dari makam-makam perempuan muda saja yang berumur sekitar antara tiga hingga 12 tahun. Moskvin yang ternyata menguasai 13 bahasa ini juga memberikan nama pada masing-masing jenazah curiannya. Selain mencurinya, ia juga mengawetkan jasad-jasad tersebut dan mendandaninya hingga terlihat seperti sebuah boneka.

Pria Rusia Ini Curi dan Dandani Ratusan Jasad

Sebuah video yang dibuat Moskvin ditemukan di apartemennya oleh petugas. Terlihat beberapa jasad yang mengenakan beragam pakaian. "Boneka-boneka ini dibuat dari jasad manusia yang sudah diawetkan," ucap suara dalam video belum lama ini.

Moskvin akhirnya ditangkap polisi setempat di Nizhni Novrogod, Rusia, pada 2011 silam. Polisi mengatakan bahwa sang pembuat boneka, yang berprofesi sebagai pakar ilmu sejarah juga mengumpulkan informasi dari semua jasad yang dicurinya. Ia juga menuliskan instruksi mengenai cara membuat boneka dari jasad manusia di komputernya.

Dalam sebuah wawancara dengan Nizhegorodsky Rabochy, Moskvin mengaku telah memeriksa sekitar 752 pemakaman selama hidupnya. Ia terkadang harus berjalan hingga berpuluh-puluh kilometer untuk menemukan sebuah kuburan. Hingga kini Moskvin masih harus menjalani perawatan kejiwaan, karena setelah dimonitor selama tiga tahun, sudah jelas bahwa Moskvin belum fit secara mental untuk mengikuti persidangan.