Heboh! Siswi SD di Keroyok Temannya di Bukittinggi

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Baru-baru ini dunia maya di hebohkan dengan beredarnya video penganiayaan yang di lakukan beberapa siswa terhadap seorang siswi di sebuah sekolah dasar di Bukittinggi. Dalam video tersebut terlihat bahwa ada sekitar 5 siswa mengeroyok salah seorang teman perempuannya dan menghujaninya dengan pukulan dan tendangan secara bertubu-tubi.

Belakangan, video tersebut beredar di berbagai situs jejaring sosial seperti Facebook dan Youtube pada sabtu lalu. Sontak, dengan beredarnya video tersebut di dunia maya menjadi langsung heboh. Banyak orang yang mengecam aksi 5 berandal cilik tersebut yang memukuli dan menendang siswi yang menjadi korban kekerasan tersebut.

Heboh! Siswi SD di Keroyok Temannya di Bukittinggi

Ironisnya, tidak ada seorang temanpun yang mau menolong korban. Korban hanya bisa menahan tendangan dan pukulan 7 temannya tersebut dan terlihat menangis kesakitan. 5 anak yang melakukan kekerasan tersebut bahkan sesekali menampakkan wajahnya ke kamera sambil tertawa seperti tak berdosa.

Belakangan diketahui bahwa si siswi di siksa temannya lantaran dia tidak memberi uang ke temannya. Parahnya lagi, penganiayaan tersebut dilakukan saat pelajaran agama dan di lakukan di Mushala sekolah.

Banyak yang mempertanyakan peran guru dalam hal ini, karena dalam video yang berdurasi kurang lebih sekitar 1 menit 50 detik tersebut para siswa bisa dengan leluasa menghujami temannya dengan pukulan bertubi-tubi tanpa ampun, dan tidak ada guru yang terlihat disana.

Kabar terbaru di media massa menyebutkan bahwa para pelaku sudah meminta maaf terhadap korban. Dan pihak korban tidak berencana untuk melakukan tuntutan kepada para pelaku dan lebih memilih jalan damai. Semoga hal seperti ini tidak pernah terjadi lagi di Indonesia.