Menggelikan! Inilah Cacing Tanah Raksasa Terbesar di Dunia

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Cacing adalah salah satu hewan melata yang menjijikan. Bentuknya panjang dan berlendir membuat cacing menjadi salah satu hewan yang paling ditakuti di dunia. Bukan karena hewan ini mengerikan, tapi karena menjijikan. Jika biasanya kita menjumpai cacing dalam ukuran kecil, pernahkah Anda membayangkan jika ada cacing raksasa yang benar-benar hidup?

Rasanya mustahil, hewan-hewan berukuran raksasa sepertinya hanya ada dalam film-film Hollywood. Namun, yang satu ini memang benar-benar nyata. Di Australia, telah ditemukan seekor cacing dengan ukuran di atas normal. Cacing ini berukuran raksasa, bahkan hampir sama besarnya dengan seekor ular. Penemuan cacing ini dimulai pada tahun 1870-an.

Menggelikan! Inilah Cacing Tanah Raksasa Terbesar di Dunia

Seperti yang di kutip dari situs versesofuniverse.blogspot.com, pada 1870-an, surveyor sekitar Warragul menemukan hewan yang mereka pikir mungkin ular. Mereka kemudian mengirimnya ke Direktur National Museum of Victoria, Professor Frederick McCoy, yang menggambarkannya sebagai spesies baru cacing tanah dan menamainya Megascolides australis. Nama umum hewan ini adalah Giant Gippsland Earthworm atau cacing tanah raksasa gipsland.

Meskipun panjang tubuh spesimen dewasa rata-rata sekitar sedikit di bawah satu meter, tubuh cacing dapat berkontraksi dan memanjang, dan cacing jenis ini yang memiliki panjang lebih dari dua meter pernah tercatat. Namun, panjang badan bukan merupakan ukuran yang akurat, dan berat badan lebih dapat diandalkan, dan berat cacing ini dewasa rata-rata sekitar 200g.

Dimana Cacing Itu Hidup?

Meskipun cacing ini adalah spesies yang besar, tapi tidak sering terlihat karena ia hidup di bawah tanah dan tidak pernah muncul ke permukaan tersiram oleh hujan deras. Cacing ini juga sangat terbatas dalam penyebarannya. Cacing ini hanya ditemukan di Lembah Sungai Bass di selatan Gippsland, seluas sekitar 100.000 hektar yang dibatasi oleh kota-kota Loch, Korumburra dan Warragul.

Namun, dalam daerah itupun distribusi mereka angat tidak merata dan ditemukan dalam tanah liat jenis tertentu dan di lahan-lahan basah dekat dengan sumber air. Liang cacing gippsland dapat berada dari tepat di bawah permukaan tanah hingga kedalaman 1 sampai 1,5 m dengan cacing biasanya berada pada kedalaman rata-rata sekitar setengah meter.

Sebelum adanya pemukiman, Gippsland selatan terutama ditutupi oleh hutan eukaliptus. Jenis vegetasi ini secara ekstensif digantikan dengan pertanian dan menyisakan sedikit wilayah hutan yang terisolasi. Spesies ini telah bertahan dalam perubahan besar yang terjadi pada habitatnya, karena bisa pergi jauh ke dalam tanah.

Namun, tetap saja spesies ini termasuk spesies yang terancam karena jangkauannya telah menurun sejak kedatangan pemukim Eropa. Cacing tanah Giant Gippsland terdaftar sebagai spesies terancam punah dan dilindungi di bawah Victorian Flora and Fauna Guarantee Act 1988.

Faktor lain yang membuat cacing tanah Giant Gippsland rentan terhadap ancaman adalah tingkat pertumbuhan yang lambat dan tingkat reproduksi yang rendah. Cacing menghasilkan telur beerbentuk kapsul besar, sekitar 4-7 cm panjangnya, mengandung bayi cacing tunggal yang kadang memerlukan waktu lebih dari satu tahun untuk menetas.

Bayi cacing akan sepanjang 20 cm saat mereka menetas, tapi membutuhkan beberapa tahun untuk mencapai dewasa. Cacing tanah Giant Gippsland hidup dalam sistem liang yang kompleks dan masih banyak aspek biologi dan ekologi yang belum kita ketahui.