Apakah Kerokan Saat Masuk Angin Berbahaya?

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Masuk angin, Anda pasti akrab dengan istilah tersebut. Sebenarnya masuk angin tidak ada dalam literatur kesehatan, bahkan hanya orang Indonesia yang memakai istilah ini, termasuk obat masuk angin, yaitu kerokan.

Masuk angin adalah kondisi tubuh yang sedang drop, ditandai dengan rasa pegal di leher dan beberapa bagian lain, perut kembung, badan lemas, tidak nafsu makan dan tidak ada tenaga. Jika seseorang mengalami gejala ini, pasti banyak orang mengatakan, "Kamu masuk angin tuh.." lalu akan ada saran, "Kerokan saja biar cepat sembuh.."


Sama halnya seperti masuk angin, sebenarnya kerokan tidak ada dalam literatur medis. Kerokan adalah upaya menggores permukaan kulit berkali-kali hingga muncul ruam merah. Biasanya alat bantu kerok adalah minyak gosok hangat, ujung tumpul uang logam atau pinggiran bawang merah yang diiris tebal. Lokasi kerokan biasanya leher, bahu dan punggung.

Bahaya Kerokan:

Prinsipnya, makin merah bekas kerokan, makin parah masuk angin yang terjadi. Sehingga kerokan yang merah hingga hitam itu dipercaya akan menghilangkan masuk angin. Walaupun terasa manjur bagi beberapa orang, ternyata kerokan menyimpan potensi bahaya.

Menggosok permukaan kulit berkali-kali dengan ujung benda tumpul seperti uang logam dapat membuat pembuluh darah melebar. Hal ini bisa menyebabkan pembuluh darah pecah. Memang sih.. kerokan rasanya nyaman, bahkan ada yang bilang masuk angin bisa sembuh.

Saran kami, daripada kerokan, lebih baik baluri tubuh dengan minyak kayu putih atau minyak hangat agar terasa lebih nyaman. Mengonsumsi minuman atau makanan hangat juga bisa membantu tubuh nyaman sekaligus meningkatkan daya tahan. (vemale.com)