Indonesia Pemilu Presiden, Brasil Kalah 7-1, Israel Kembali Serang Gaza

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Indonesia saat ini sedang melaksanakan pesta demokrasi 5 tahunan dalam pemilihan presiden 2014. Pesta rakyat 5 tahunan ini dilaksanakan oleh seluruh elemen masyarakat yang sudah berhak mengikuti pemilu. Pemilu ini dilakukan pada tanggal 9 Juli 2014. Ada dua pasang capres dan cawapres yang maju dalam pemilu kali ini yaitu Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK.

Tak hanya di dalam negeri, Pilpres 2014 juga menarik antusias musisi di luar negeri. Sebut saja musisi, Sting, Jason Mraz, Arkarna, dan Ron Thal alias Bumblefoot. Selain itu ada juga pemain AS Roma Radja Nainggolan, Vicky Vette yang juga ikut mengamati perkembangan pilpres di Indonesia.

Indonesia Pemilu Presiden

Sementara itu, pada pagi tadi dunia di kejutkan dengan hasil pertandingan antara Brasil vs Jerman dalam lanjutan semifinal Piala Dunia 2014. Pagi tadi, Brasil menjamu Jerman pada laga lanjutan semifinal Piala Dunia 2014. Diprediksi akan terjadi pertarungan sengit, Brazil malah dibantai German dengan skor sangat telak 7-1.

Hal ini tentu sangat mengejutkan, melihat bahwa Brasil merupakan tuan rumah sekaligus favorit juara Piala Dunia 2014. Ini merupakan kekalahan terburuk Brasil dalam sejarah. Sebaliknya, Jerman akhirnya berpesta dan menunggu lawan antara Belanda atau Argentina yang akan bertanding beberapa jam lagi.

Brasil Kalah 7-1

Melupakan masalah Pemilu dan Piala Dunia, mari kita sejenak melihat saudara-saudara kita di Gaza, Palestina. Malam tadi, pasukan militer Israel kembali berulah. Mereka menyerang jalur Gaza dengan melalui darat dan udara. Serangan ini menewaskan 15 orang dan melukai 100 orang lainnya, termasuk dua wanita dan seorang anak.

Dikutip melalui Republika Online Insiden itu terjadi di saat militer mulai melancarkan serangan udara terhadap gerilyawan-gerilyawan di Jalur Gaza.

Dalam serangan terburuk, sebuah peluru kendali menembus rumah di kota selatan Khan Yunis setelah orang-orang dilaporkan membentuk tameng manusia sebagai perlindungan. Serangan itu menewaskan tujuh orang.

Juru bicara badan pelayanan darurat Ashraf al-Qudra mengatakan kepada AFP dua remaja ikut menjadi korban meninggal sementara 25 orang mengalami luka-luka.

Para saksi mata mengatakan sebuah pesawat Israel menembakkan sinar, membuat keluarga-keluarga dan tetangga berkumpul di rumah sebagai tameng dan, tidak lama kemudian, sebuah pesawat tempur F-16 menembakkan peluru kendali hingga meruntuhkan bangunan tersebut.

Sebagai balasan, Hamas mengatakan "semua orang Israel" akan menjadi target potensial pembalasan.
"Pembunuhan massal Khan Yunis... terhadap anak-anak adalah kejahatan perang yang mengerikan, dan semua orang Israel saat ini menjadi target yang sah bagi pembalasan," kata juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri di Facebook.
Tak lama setelah itu, dua warga Palestina terbunuh dalam sebuah serangan udara di Shejaiya, di sebelah timur Kota Gaza, kata Qudra.

Satu serangan mengenai sebuah bajaj di Beit Lahiya di Gaza utara hingga menewaskan seorang "pemuda" dan satu serangan di Kota Gaza barat membuat seorang pemuda berusia 16 tahun kehilangan nyawa, kata Qudra.

Sebelumnya, tiga orang tewas ketika sebuah peluru kendali mengenai sebuah mobil di perumahan Daraj di pusat Kota Gaza, ujarnya.

Dalam serangan terpisah di dekat kamp pengungsi Nusseirat di Gaza pusat, seorang pria juga terbunuh.

Sementara itu, tentara menembak mati empat pria dari sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine Al-Qassam, di pantai di Israel setelah mereka menyusup tidak jauh dari perbatasan Gaza, kata seorang sumber di badan keamanan Israel.

Jatuhnya korban-korban itu terjadi setelah Israel mengumumkan dimulainya Operation Protective Edge, yang ditujukan untuk menghancurkan roket-roket yang ditembakkan ke arah Israel selatan dan infrastruktur militer Hamas.

Hal ini langsung menuai kecaman dari berbagai pihak di sosial media. Banyak orang yang mengutuk serangan tersebut dan mengatakan bahwa itu adalah sebuah kejahatan perang. Kemudian hashtag #PrayForGaza pun mulai ramai digunakan sebagai simbol dukungan untuk rakyat Palestina.







Sampai dengan saat ini, serangan Israel masih terus dilancarkan ke jalur Gaza. Dan dengan ini, mari kita lupakan sejenak Pemilu dan Piala Dunia kini saatnya kita membuka mata untuk saudara-saudara kita disana. Mari kita do'akan mereka agar mereka bisa melewati ujian ini.